What a mighty earthquake it was

What a mighty earthquake it was that hit this place on 27 May 2006. Strong enough to flatten homes, seriously injure the unlucky ones or even much, much worse.
First day in Klaten, Mbak (lit. big sister) Sari introduced Ita and I to the Bicak and Ngunut community. What we did on that first day, walking around and meeting people directly affected by the earthquake will make a deep and lasting impression on me.
I really empathise with those who have lost so much, everything they own, their homes, and in some cases, family, neighbours or close friends. And I was impressed by how resourceful people are, using what ever material they could salvage from the wreckage to put together a temporary home to live in until their real homes can be rebuilt.
Some people have begun rebuilding their permanent homes. Mostly they are using salvaged building materials and whatever tools are at hand. People are hopeful that our Government, as well as kindhearted people everywhere will provide assistance in this rebuilding process.
I wish for the communities experiencing this hardship an open heart so that they can face the next phase of the rebuilding with the same resilience they have so far demonstrated.
Regards
Wulan (17 years old)
Betapa dasyatnya gempa yang terjadi tanggal 27 Mei 2006, sehingga mengakibatkan banyak rumah ang rusak bahkan merobohkan sampai merobohkan rumah-rumah dan membuatnya rata dengan tanah. Banyak korban meninggal dan luka-luka.
Hari pertama di Klaten, aku, Ita dan Mbak Sari keliling Dusun Bicak dan Ngunut untuk berkenalan dengan warga dusun. Hal itu berkesan untukku selama 1 minggu ku di sana, karena pada saat itu adalah kesempatan pertamaku untuk bisa melihat langsung keadaaan dan kondisi di Klaten setelah terjadi gempa.
Betapa menyedihkan hal itu bagi warga Bicak dan Ngunut. Banyak warga kehilangan rumah, keluarga, sanak saudara bahkan harta benda yang mereka miliki. Para warga yang rumahnya tidak bisa ditempati lagi, kemudian mendirikan tenda-tenda dengan perlengkapan seadanya.
Sudah 3 minggu berlalu dan rumah-rumah penduduk masih banyak rumah penduduk yang tidak bisa ditempati. Tapi ada sebagian yang sudah mulai memperbaiki rumah dengan bahan dan alat yang masih bisa digunakan lagi. Warga yang belum memperbaiki rumahnya masih tidur di tenda-tenda yang mereka tempati setelah terjadi gempa.
Banyak warga yang mengharapkan bantuan dari pemerintah dan sukarelawan yang berbesar hati mau membantu mereka. Aku berharap semua warga yang terkena gempa dapat menerima musibah ini dengan lapan dada dan diberi ketabahan untuk menghadapi semua cobaan ini. Aku juga berharap agar mereka dapat memperbaiki rumah mereka dengan cepat sehingga bisa segera ditempati.
0 Comments:
Post a Comment
<< Home